Progress 8: Additional Features and Artworks

Pada setting artwork dan additional features, diterapkan artwork dengan skema warna cokelat, krem, dan kuning/ oranye. Ini menyesuaikan dengan tema konsep rustic yang digunakan untuk interior ruang dining room dan living room

Pada gambar di atas, dua artwork pertama ditempatkan di living room. Material yang digunakan adalah material kayu sehingga tetap menampilkan kesan rastik.

Di atas merupakan artwork bahan kayu yang dipahat dengan bentuk lengkung ditempatkan dekat entrance ruamh tamu (living room). Dengan accent lighting, artwork ini menjadi bagian vocal point ruangan.

Di atas merupakan artwork yang ditempatkan di ruang tamu juga dekat rak buku. Artwork di atas merupakan artwork aktif yang berfungsi sebagai lampu pencahayaan. Bahan tangkai lampu berbahan ranting kayu natural yang diproses.

Artwork di atas merupakan potongan-potongan kayu yang dirangkai sedemikian rupa dipadukan dengan ranting-ranting kayu alami. Artwork ini merupakan hiasan dinsing pada dining room sebagai vocal point ruangan ketika memasuki ruangan melalu pintu depan. Accent lighting pada artwork ini juga akan menjadikan artwork ini menjadi vocal point.

Artwork di atas merupakan lukisan pisah yang berpola seperti mawar dengan nuansa warna krem, cokelat, dan emas. Lukisan ini ditempatkan pada ruang makat sebagai elemen dekoratif yang bukan vokal point.

Progress 7: Setting Pencahayaan

Setting Pencahayaan Dalam Ruangan

Jenis Pencahayaan yang digunakan pada desain adalah ambient lighting, task lighting, accent lighting, serta decorative lighting.

Jenis ambient lighting digunakan pada semua ruang dengan sumber penerangan dari lampu gantung serta LED yang disisipkan di celah plafond.

Task lighting diterapkan pada area memasak di dapur. Digunakan lampu LED juga di area bawah kabinet dapur untuk memberi penerangan yang baik ketika sedang memotong atau memasak.

Image result for lampu dapur
Lampu LED yang ditempatkan di bawah kabinet dapur

Accent lighting diterapkan di area artwork yang ingin ditonjolkan. Sumber cahaya berupa lampu-lampu yang diarahkan ke dinding sehingga menyebabkan pantulan “accent lighting” dengan warna warm. Arah cahaya diatur dengan menggunakan lampion atau dengan menggunakan lampu yang memang dikhususkan untuk accent lighting sehingga bisa diatur arahnya.

Decorative lighting berupa lampu-lampu tumblr yang dipasar di bagian kaca yang membatasi ruang tamu dan ruang makan dengan warna warm. Lampu tersebut bisa diatur variasi difusenya sehingga makin menarik.

Image result for lampu dekorasi warm
Lampu dekoratif

Progress 5: Setting Furniture

Sketsa Gambar Denah dan Potongan Ruang

Perspektif Interior Living Area dan Dining Room

Furniture pada Dining Room: Meja dan Kursi Makan

Furniture pada Living Area: Sofa, Meja Kayu, Meja TV, Rak Buku

Penataan furniture ditentukan berdasarkan fungsi ruang. Bentuk, tekstur, dan material furniture disesuaikan dengan tema yang diambil yaitu rastik, di mana mayoritas material adalah kayu, bahan-bahan natural denganwarna-warna natural dan organik seperti coklat muda, abu muda, krem, dll.

Progress 4: Eksplorasi Konsep

Konsep Rastic diangkat dalam redesain interior ruangan karena konspe ini merupakan konsep asal dari ruang itu sendiri. Selain itu, bangunan juga sudah mengambil konsep regionalisme yang melibatkan banyak ukiran dan ornamen khas Bali. Maka konsep rastik ini sangat cocok diterapkan.

Conceptual Sketch dan Geometri Ruang

Geometri Ruang yang menjadi tolak ukur besaran ruang adalah bagian yang digaris spidol ungu dan oranye, karena luasan ruang dalam desain interior mencakup hanya bagian dalam ruangan (bukan as ke as)

Dimensi Ruang Dalam pada Kitchen, Dining Room, dan Living Room

Aksonometri (untuk melihat bentuk geometri ruang secara 3D)

Konsep Elemen Ruang untuk Ruang dalam Kitchen dan Dining Room

Konsep Interior Rustic

Pengertian Konsep Rustic

Konsep yang saya pilih sebagai dasar konsep desain Interior bangunan Villa The Tampekan Uluwatu ini adalah Rustic, tidak jauh beda dari tema asli yang sudah digunakan pada data eksisting. Namun pada redesain konsep interior ruang tamu dan kitchen, konsep akan lebih diperkuat lagi dengan tekstur-tekstur pada elemen samping serta dekorasi-dekorasi tambahan. Konsep ini diambil karena tema keseluruhan bangunan yang memang sudah mengambil tema rustic, sehingga built in element (seperti kusen, jeldela, dan lainnya) sudah mengambil tema tersebut.

Konsep rustic adalah konsep yang berbasis pada kesadaran lingkungan, dan dideskripsikan sebagai gaya yang menekankan pada unsur alam serta elemen yang belum terfabrikasi. Desain interior rustic juga memiliki esensi berupa desain yang memberikan kesan alami bagi pengguna ruang, dan memberi ilusi memori yang menggambarkan suasana pedesaan yang disebabkan oleh suasana ruang dan material penyusun elemen ruang yang alami, berkarat, memiliki dimensi yang besar, bahkan tidak difinishing sehingga menimbulkan sisi vernakular. Dengan konsep yang berbasis alam, dengan bahan-bahan berasalah dari alam yang diolah dengan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pada gaya rustic, material penyusun sering kali tidak di finishing.

Ciri-ciri gaya rustic terutama pada penggunaan material yang alami dan tidak difinishing, misalnya daripada menggunakan tembok yang diaci, dalam gaya ini menggunakan tembok yang tidak diaci, bisa juga ditutupi dengan unsur batuan dengan tekstur yang kuat. Elemen kunci dalam menggunakan gaya desain rustic adalah kayu, batu alam, besi tempa, logam, dan bahan alami lain seperti katun, linen, wol, kulit. Desain interior rustic membawa anda menuju ke alam pedesaan dengan dominasi palet warna coklat. Jika menginginkan tambahan warna cerah, pilih aksesoris ruangan dari palet warna lain untuk meningkatkan mood ruangan. Dimana meningkatkan mood ruangan dimaksudkan menambah kesan ceria atau berwarna dalam ruang, tidak monoton. Warna yang dominan adalah warna dari kesan material yang kuat, seperti abu-abu, terakota, hitam, coklat kayu

Image result for rustic color scheme
Jenis palet Tema Rustic
Image result for rustic theme interior
Contoh Ruangan Interior dengan Tema Rustic
Contoh Ruangan Interior dengan Tema Rustic

Penataan Furniture pada Living Room dan Kitchen

Dengan tema “natural”, maka biasanya tekstur dan warna-warna penataan furniture mengambil warna cokelat dengan tekstur kayu. Bahan-bahan ini kecenderungan memiliki bentuk organik dan tidak difinishing. Tanaman indoor juga berperan penting dalam penataan ruang dalam konsep rustic karena memberi kesan yang cukup natural pada bagian indoor. Selain itu, warna hijau juga menjadi penyeimbang dari warna-warna cokelat lainnya agar warna pada sebuah ruang lebih menjadi hidup.

Variasi tekstur pada ruang dalam jenis ruang dengan tema rustic

Dalam jenis konsep ini, juga dapat dipermainkan beberapa jenis tekstur seperti berikut ini. Ada tekstur kasar kayu untuk elemen samping atau bawah. Ada tekstur karpet yang dapat digunakan untuk elemen bawah. Tekstur tikar untuk elemen samping, bawah, dan atas. Tekstur batu alat untuk elemen samping. Wallpaper untuk elemen samping. Setiap tekstur memiliki karakter tersendiri dan mnjadi penyeimbang satu sama lain.

Elemen Dekoratif

Dikarenakan tema yang naturan, elemen dekoratif pada konsep rastik senderung berbahan kayu, bambu, atau tanaman kering lainnya yang bernuansa coklat dan kuning. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jenis elemen dekoratif ini dapat diperoleh dari bahan-bahan bekas yang diolah sedemikian rupa sehingga menjadi seni dekoratif seperti gambar-gambar berikut.

Teori Desain Interior dan Konsep

1. Pengertian

Desain interior sendiri berarti ilmu yang ditujukan untuk mempelajari perancangan dalam rangka menghasilkan sebuah karya seni. Desain interior merujuk pada sebuah bangunan yang dibuat menggunakan kreatifitas seorang manusia serta mampu memecahkan masalah manusia. Pemecahan masalah tersebut mencakup lingkungan binaan baik itu fisik maupun non fisik sehingga tercipta sebuah kombinasi elemen yang menjadikan kehidupan manusia jauh lebih baik dari sebelumnya.

Image result for interior design pdf

2. Element dalam Desain Interior

a. Element Bawah (Lantai)

Lantai merupakan bagian yang penting bagi desain interior dikarenakan jenis lantai akan berpengaruh terhadao kesan dan tingkat kenyamanan ruang. Lantai dengan tekstur yang licin akan memiliki kesan yang lebih dingin dibandingkan lantai dengan tekstur karpet yang hangat.

b. Elemen Samping (Dinding dan kusen)

Elemen Samping merupakan bagian yang sangat penting dalam menentukan kesan sebuah ruang karena merupakan bagian yang paling cepat tertangkap oleh mata manusia. Dinding yang dicat polos tentu akan menimbulkan kesan berbeda dengan dinding yang diberikan “Wall Art” atau diberi wallpaper. Selain dinding, juga terdapat jendela dan pintu pada elemen samping. Jendela dan pintu juga berpengaruh terhadap lighting dan pola bayangan yang terbentuk dalam ruang. Banyak arsitek yang sering memainkan pola kisi-kisi pada jendela untuk menimbulkan efek bayangan yang keren dalam ruang,

c. Elemen Atas (Plafond)

Plafond sangat berpengaruh terhadap kesan luas ruangan. Biarpun seolah elemen samping yang menentukan luas tidaknya sebuah ruang, elemen atas lah yang berpengaruh ke dalam suasana sumpek tidaknya sebuah ruang, Semakin tinggi plafond, semakin luas ruangan terasa, begitu pula sebaliknya, Sehingga, teknik variasi perbedaan peninggian plafond sering dimanfaatkan oleh banyak desainer untuk membuat efek ruangan yang lebih luas biarpun ruangan tergolong sempit dan kecil.

3. Unsur Estetika dalan Desain Interior

a. Warna

Warna sangat berpengaruh terhadap kesan ruangan. Di bawah, terdapat lingkaran warna dengan segitiga yang menunjukkan warna-warna komplementer. Warna-warna tersebut jika digabungkan akan menciptakan skema warna yang unik dan nyambung.

Image result for spektrum warna arsitektur
Warna komplementer

Selain warna yang saling melengkapi di atas, terdapat pula skema-skema warna yang “senada”, yang dapat menimbulkan kesan-kesan khusus di mata civitas, contohnya:

Neutral Colours

Natural Colors

Contrast Colours

Contrast Colors

Comfort colours

Comfort Colors

b. Pencahayaan

Interior lighting atau penataan cahaya untuk bagian dalam ruang adalah sangat penting. Tata cahaya atau lighting yang ditata apik akan mencipta suasana tertentu dalam ruangan dan membangun estetika pada ruangan. Dengan permainan tata cahaya yang memanfaatkan perbedeaan efek cahaya, kita dapat memengaruhi atmosfer dalam sebuah ruangan.Untuk dalam ruang (rumah, kamar, dan ruangan lain), alat utama yang digunakan dalam pengaturan tata cahaya ruang (interior lighting) adalah cahaya buatan.

Secara umum, pencahayaan buatan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu general lighting, task lighting, dan accent lighting.

General Lighting
General Lighting
Local Lighting
Task Lighting
Accent Lighting
Accent Lighting

c. Bentuk

Bentuk adalah sebuah luas dimensi yang terbentuk dari garis penggir sebuah objek. Jika dua atau lebih bentuk digabung akan membentuk form. Terdapat tiga jenis utama bentuk: bentuk natural, bentuk geometris, dan bentuk non-objektif.

Bentuk natural lebih mengarah ke bentuk-bentuk organik yang ada di alam sekitar kita seperti gunung, sungai, tumbuuhan, dan lainnya.

Bentuk geometris lebih mengarah ke bentuk kotak, lingkaran, segitiga, hexagon, dan bentuk 2D lainnya yang merupakan bentuk-bentuk dasar geometri.

Sedangkan bentuk non-objektif merupakan bentuk yang tidak memiliki ketentuan khusus dan terdiri lekukan pinggiran yang unik dan khas.

d. Ruang

Ruang adalah elemen penting dari desain interior. Ruang tidak lain adalah area yang tersedia untuk memungkinkan berbagai tujuan. Ruang dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Ruang 2D dan Ruang 3D.

Dalam ruang dua dimensi, panjang dan lebar dipertimbangkan sedangkan dalam ruang tiga dimensi, panjang, lebar dan tinggi dipertimbangkan. Ruang ini digunakan untuk berbagai tujuan seperti menempatkan furnitur, barang-barang dekoratif dll.

Ruang terisi disebut ruang positif dan ruang kosong disebut ruang negatif. Desainer yang baik harus memberikan keseimbangan antara ruang positif dan negatif.

e. Tekstur

Tekstur hanyalah perasaan yang diciptakan dengan melihat objek atau menyentuhnya. Dalam desain interior, Tekstur umumnya dibagi sebagai: Visual Texture dan Actual Texture

Texture
Visual Texture

Tekstur yang bisa dirasakan dengan mata kita adalah tekstur visual dan tekstur aktual dapat dirasakan dengan baik dilihat maupun disentuh. Perancang interior harus mendesain tekstur sedemikian rupa sehingga pengguna tidak merasa monoton.

4. Style dalam Desain Interior

a. Klasik

Desain klasik merupakan gaya arsitektur yang tak pernah tenggelam dimakan zaman. Kokoh, indah, elegan, dan terkesan mewah manjadi ciri khas dari gaya desain ini. Sama seperti desain rumah lainnya, yang harus diperhatikan dalam menciptakan tema klasik adalah pemilihan warna yang tepat.

Image result for konsep dan gaya interior klasik

Berikut adalah warna-warna yang dipakai dalam desain interiorklasik.

Putih klasik, sangat bagus dan sesuai untuk gaya koloniol, tudor dan Victoria. Warna putih membuat anda lebih bebas berkreasi dengan warna-warna lain sebagai aksennya.
Tan/beige, cenderung lebih netral dan inviting. Tambahkan warna-warna deep sebagai aksen pada pintu, jendela, atau beberapa bagian rumah lainnya agar terlihat lebih atraktif.
Biru keabu-abuan, dapat menciptakan kesan dingin dan terang. Warna ini merupakan warana pilihan masyarakat inggris pada era klasik.
• Warna paduan lain seperti hitam, hijau, kuning, dan cokelat.

Desain interior klasik didominasi oleh profil dan uraian. Bahan furniture, seperti kichen set, meja, kursi, sofa dan wardrobe, terbuat dari kayu solid sehingga kokoh dan tahan lama. Warna-warna yang digunakan umumnya terinspirasi oleh alam, seperti cokelat kayu, kuning emas, hijau daun, dan warna tanah. Selain itu, warna hitamjuga dapat disesuaikan untuk memperkuat objek penting dalam ruangan. Objek seperti kolom romawi, aptung, dan vas besar juga sangat umum dalam tema klasik.

Aksesoris dekorasi untuk mendukung interior bertema klasik adalah lukisan dengan bingkai penuh profil bergaya klasik. Vas bunga dan lampu gantung Kristal yang besar dapat memberikan sentuhan mewah pada ruangan bertema klasik.Kayu, marmer, dan batu merupakan pilihan ideal untuk bahan lantai. Marmer dan batu dapat ditetapkan menurut pola geometris untuk menciptakan desain yang menarik dan menjadi pusat lantai ruangan. Dinding biasanya dilapisi oleh wellpaper berwarna cokelat atau keemasan. Jika anda tidak ingin mengaplikasikan wellpaper, batu alam atau marmer dapat menjadi pengganti yang sempurna.

b. Scandinavian

Scandinavian atau yang lebih sering di sebut swedish style, yang di dalamnya mewakili kehanagatan dan kecerahan, kesan casual terlihat dari campuran perabot yang simple tapi terlihat menawan. Estetika Skandinavian dapat diterapkan untuk banyak ruang yang berbeda. cinta yang kesederhanaan, unsur-unsur alam.

Image result for konsep dan gaya interior scandinavian

c. Modern/ Minimalis

Desain minimalis adalah konsep desain yang menerapkan bentuk-bentuk sederhana dalam proses pembuatannya. Tema desain minimalis lebih mengacu ada kepraktisan, fungsi multiguna, pemanfaatan lahan/ruang secara sederhana, tanpa banyak bidang lengkung atau profil.

Image result for konsep dan gaya interior minimalist

Walaupun hanya menampilkan elemen-elemen seperlunya dan sesederhana mungkin, namun tetap terlihat elegan. Warna dinding dalam ruangan umumnya dicat dengan warna seragam dan tidak dihiasi gambar-gambar dan ornamen. Penggunaan wallpaper pada sebagian bidang dapat diaplikasikan untuk memberikan aksen pada ruangan. Pencahayaan di langit-langit juga dibuat sederhana, tanpa ada lampu hias mewah berukir-ukir atau fiting lampu yang menarik perhatian. Bahan finishing pada furnitur sedikit bertekstur dengan corak dinamis, dan diberikan sedikit sentuhan wallpaper pada bidang dinding yang tidak ditempatkan furitur. Konsep desain minimalis bukan berarti tanpa warna dan monoton.

d. Industrial

Gaya interior industrial, sesuai namanya konsep ini terinspirasi dari kondisi gudang atau loteng perkotaan. Gaya industrial menggunakan campuran material yang masih mentah. Dengan ciri khasnya menggunakan dinding unfinished dan langit langit tinggi.

Image result for konsep dan gaya interior industrial

Gaya ini juga salah satu desain rumah yang khas dan bisa diciptakan lewat beberapa material layaknya palet baja beton, kemudan plat stainless steel, baja serta cermin, dan juga batu bata ekspos. Kesan industril juga bisa anda lakukan dengan menerapkan perabotan, pencahayaan, maupun aksesoris ruangan sehingga tampil lebih dan menawan.

e. Kontemporer

Pada desain kontemporer, penekanan ruangan pada umumnya dipusatkan pada beberapa bagian warna kunci, sementara warna lain berbaur menjadi latar belakang. Lekukan-lekukannya lebih lembut dibandingkan desain modern minimalis dan menciptakan kesan hangat.

Image result for konsep dan gaya interior kontemporer

Model furnitur kontemporer terlihat bersih dengan lekukan lembut, dibalut dengan kayu atau logam serta kaca, sebagai satu kesatuan yang sempurna. Biasanya desain kayu furnitur lebih ringan dan hampir tidak ada aksen atau detail.Skema warna kontemporer berbaris netral, dengan warna krem yang lembut, coklat, abu-abu, putih, dan hitam berfungsi sebagai warna latar belakang. kesempurnaan desain kontemporer terdapat pada aksen warna.

Pencahayaan berperan penting dalam desain kontemporer. Lampu-lampu diaplikasikan untuk menonjolkan media lain seperti logam atau kaca, serta menyorot titik fokus ruangan dan penarik perhatian di tempat yang akan dijadikan focal point.

5. Contoh Proses Desain Interior

Berikut merupakan contoh proses mendesain interior sebuah bangunan. Desain tentunya disertai sketsa tangan yang disesuaikan dengan konsep yang diambil dan juga kesesuaiannya secara estetika.

Sumber:
Dodsworth, Simon. 2009. The Fundamental of Interior Design. Switzerland: AVA Publishing SA.
https://theconstructor.org/building/basic-elements-principles-interior-design-buildings/20150/
https://docplayer.info/42119575-Teori-umum-desain-interior.html

Evaluasi Laporan Observasi

Kondisi Eksisting Objek
Villa The Tempekan Ubud, memiliki luas total bangunan sebesar kurang lebih 250 m2 dengan luas lahan 600m2. Dalam kondisi eksisting bangunan, Villa ini menerapkan konsep natural dengan mayoritas bahan dengan tekstur dan warna kayu natural seperti krem, coklat dan putih.

Pada laporan observasi ini, pembahasan akan difokuskan terhadap dua ruang utama yaitu kitchen dan living area.

Setting Geometri dan Denah Ruangan

Berikut merupakan sketsa mengenai dimensi dan bentuk ruang kitchen, dining room, dan living room. Setting geometri ruangan terlihat kotak-kotak seperti gambar di bawah dengan dimensi:

Kitchen : 2m x 2m = 4m2
Dining room: 4,5m x 3,5m = 15,75m2
Living Room: 3,5 m x 3 m = 10,5 m2

Elemen Ruang pada Living Area

Pada living area, Elemen Dasar ruangan meliputi keramik kayu dengan ukuran 15x50cm. Bahan tersebut berdampak pada kesan estetik natural kayu ruangan biarpun tekstur elemen bawah ini licin (tidak kasar seperti lantai parket).

Lantai Living Area berbahan keramik kayu

Elemen samping ruangan meliputi dinding dengan cat warna putih-krem yang sangat muda, menyatu dengan konsep natural kayu ruangan living area. Pada elemen samping ruangan ini juga terdapat banyak bukaan penghawaan dan pencahayaan yang cukup untuk mencapai kenyamanan termal dalam ruang bagi pengguna.

Ruang living area dan dining room dibatasi oleh dinding bata namun pada elemn pembatas tersebut terdapat jendela yang cukup besar dengan pintu kaca sehingga cukup signifikan memberi kesan keterbukaan antara living area dan kitchen.

Kaca dalam ruang menimbulkan kesan keterbukaan antar living dan kitchen area

Pada elemen atas ruangan, terdapat variasi perbedaan ketinggian plafond yang menimbulkan kesan ruangan yang lebih luas. Pada gap antara kedua plafond ini terdapat lampu LED kuning yang menerangi ruangan secara merata pada malam hari. Warna lampu kuning ini juga menimbulkan kesan “warm” sehingga konsep natural kayu pada ruangan lebih terasa pada malam hari dengan penekanan warna ruang menjadi lebih kekuningan. Terdapat juga kipas angin sebagai sumber penghawaan buatan bagi ruang tersebut.

Elemen atas ruang dengan variasi ketinggian plafond

Berikut merupakan sketsa keseluruhan kesan ruang living area.

Perspektif Living Area

Elemen Ruang pada Kitchen Area

Sama seperti pada living area, elemen dasar Ruang Kitchen adalah keramik kayu dengan ukuran 15 x 50 cm. Dengan begitu lebih mudah membersihkan kotoran bekas memasak di dapur.

Pada elemen samping, terdapat pintu akses dari luar untuk langsung ke dining room, dan satu jendela sebagai sumber pencahayaan alami. Ruangan tergolong cukup gelap jika pintu akses ke luar ditutup. Cat pada dinding juga putih-krem dengan konsep ruang natural-kayu, sama seperti pada living room.

Elemen atas ruang ini juga menggunakan variasi plafond dengan kipas angin di tengahnya sebagai sumber penghawaan buatan. Pencahayaan buatan pada ruang ini bersumber dari gap antara plafond. Maka dari itu, ruang makan terkesan lebih redup dan elegan di malam hari dikarenakan pencahayaan yang tidak begitu banyak layaknya jenis penerangan langsung.

Berikut merupakan sketsa dari area kitchen saja:

Setting Furniture
Seperti yang terlihat pada gambar dan denah, setting furniture pada ruang-ruang tersebut terlihat dangat klasik dan natural. Namun, jenis setting seperti ini terkadang menimbulkan kesan terlalu klise. Diperlukan beberapa permainan warna yang mencolok untuk menimbulkan vokal poin pada penataan furniture dalam ruang.

Furniture pada ruang living area terdiri atas sofa dengan warna ungu tua. Hal ini sudah cukup menjadi vokal poin pada ruang karena warnanya yang cukup berbeda, namun furniture lainnya, seperti rak buku, meja, dan lainnya masih hanya terdiri dari satu nada warna yaitu coklat, putih, dan krem.

Begitu pula setting furniture pada kitchen area, warna-warna natural masih terlalu mendominasi sehingga timbul kesan monoton pada ruangan tersebut biarpun ruangan terasa klasik dan natural. Bentuk furniture juga masih cukup klise yaitu meja persegi panjang dengan bentuk kursi yang kotak-kotak.

Additional/ Artwork

Pada living area, terdapat rak buku dan ventilasi pada pintu yang terlihat sangat unik dan artistik dengan tekstur halus namun memiliki pola berupa kayu seperti yang terlihat pada gambar di bawah. Ruangan dipenuhi detail-detail unik yang memberi kesan estetika yang tinggi untuk ruangan biarpun perpaduan warna cukup monoton.

Pada kitchen area, eksisting ruangan memiliki artwork yang cukup unik berupa potongan-potongan kayu bekas yang dirakit sedemikian rupa menjadi pembatas ruang toilet. Selain itu, juga terdapat lukisan yang cukup menjadi vokal poin ketika memasukin kitchen area melalui pintu akses dari taman. Ruangan ini dipenuhi detail-detail artistik yang unik.

Design a site like this with WordPress.com
Get started